warnasumutnews.com - Jakarta. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri, setelah diserah tugaskan oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr. Komarudin, M.Si pada tanggal 20 Desember 2025 yang dilangsungkan bersamaan dengan Seminar Refleksi Pemuda terhadap pelestarian lingkungan dan ketahanan keluarga 2045. G. Borlak dan Martin Uung Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Jakarta telah menerima tugas sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Janderal Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JNPH) langsung tancap gas.
Dalam kerangka untuk konsolidasi kepengurusan dan perencanaan program strategis, sebagai satu kesatuan dari paket pelaksanaan penghijauan yang telah dilakukan di 2 kota strategis Cirebon, Sukabumi dan Bogor, Pengurus Pusat JNPH langsung mengadakan audiensi perdana dengan Kepala Staf Anggatan Darat (KSAD) untuk membahas kerja sama beberapa giat antara lain penghijaun melalui penanaman pohon dan bersih-bersih lingkungan di seluruh Indonesia. Audiensi ini diterima langsung oleh Bidang Bin Intel KSAD Ari Prasetya di Aula Markas Besar TNI AD pada 10 Januari 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat JNPH, G.Borlak mengawali pertemuan atau audiensi tersebut dengan memaparkan program kerja dan bentuk kerja sama JNPH dengan TNI seluruh Indonesia untuk melakukan penanaman pohon dan bersih-bersih lingkungan. Borlak menjelaskan bahwa selama ini prajurit TNI sudah mengabdi dan relah mati untuk membela dan menjaga keamanan bangsa dan negara.
“Sebagai seorang prajurit pasukan khusus yang selama ini mengabdi untuk bangsa dan negara, saya melihat bahwa institusi militer, khususnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) selama itu telah berjuang hidup dan mati untuk kepntingan stabilitas bangsa,”. Katanya.
Dalam waktu yang sama juga, Ia mengatakan bahwa selain perang, TNI juga merindukan adanya Kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, pihaknya mendirikan JNPH untuk menghijaukan lingkungan Indonesia, dengan tujuan menjaga dan merawat lingkungan yang bersih untuk masa depan anak dan cucu.
“Penguatan institusi militer khusus TNI AD ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai dukungan kepada institusi negara ini tidak hanya perang, namun juga tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dan energi hijau yang selama ini menjadi bencara mematikan warga juga bisa dilihat sebagai perang bersama,” sambungnya.
Menurutnya, TNI harus bergandengan tangan dengan Masyarakat, aktivis, para akademisi, mahasiswa, intansi/Lembaga atau kementerian dan lainnya untuk bekerja sama dalam merawat dan menghijaukan lingkungan di seluruh Indonesia.
Melalui audiensi ini, JNPH berharap KSAD bersedia bekerja sama dan mendukung penuh kegiatan sosial ini.
“TNI AD sering menjadi garda terdepan dalam respons bencana alam. Kemitraan JARNAS sangat tepat untuk berkolaborasi yang lebih cepat dan efektif dalam menyalurkan bantuan, evakuasi, dan pemulihan pasca-bencana menjaga Ibu Bumi secara bersama-sama,” kata Borlak.
Senada dengan Borlak, Sekretaris Jenderal JNPH, Martin Uung menambahakan, JNPH sedang membangun mitra dengan para pemuda, Masyarakat, akademisi, mahasiswa, pemerintah pusat hingga daerah dan Lembaga atau kementerian termasuk TNI seluruh Indonesia.
“Kemitraan utama selain sasaran Jarnas kepada kaum muda juga dukungan utama dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang menguasai secara strategis kepentingan keamanan nasional unutk pembangunan sosial berkelanjutan, dan sinergi antarlembaga,” sebutnya.
“Sinergi dalam Pembangunan Daerah harus didukung layanan kesehatan lingkungan dan kependudukan yang selama ini mayoritas teman-teman dari institusi TNI AD sudah lama bergerak untuk Gerakan Lingkungan Hijau dan juga pencegahan kependudukan yang Lestari,” tambah Martin.
Martin berharap, TNI tetap terus mendukung kegiatan atau program kerja menanam pohon dan bersih-bersih untuk menghijau lingkungan seluruh Indonesia demi mendukung pemerintahan Prabowo Gibran
“Mendukung membangun citra positif kelembagaan negara yang selama ini sukses terjalin antara unstitusi militer dan juga masyarakat sipil dan ini mesti kita dukungan sebagai mitra terpercaya ke depan untuk sinergi untuk keamanan nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam audiensi itu, turut hadir Pengurus Pusat JNPH Indonesia antara lain Penasehat Jack Bouk, Dr. Samadi Dosen UNJ, Fritz Alor Boy Bidang Hukum JNPH Pusat. Beberapa Perwakilan Pengurus JNPH Daerah juga turut hadir dari Sukabumi, Jakarta, Banten dan Jawa Barat.